HOME
Home Berita BUPATI NATUNA RESMIKAN GEDUNG WANITA DAN JEMBATAN

BUPATI NATUNA RESMIKAN GEDUNG WANITA DAN JEMBATAN

Ranai. Dimasa kepemimpinan Ilyas dan Imalko, pembangunan diupayakan cenderung mengutamakan pemerataan dan beberapa aset kebutuhan masyarakat yang tersebar di beberapa wilayah. Terlebih lagi pada akhir masa jabatan terjadi devisit anggaran ditingkat nasional yang mempengaruhi nilai pendapatan daerah yang menyebabkan Pemerintah Daerah mengambil kebijakan merubah mekanisme pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik sebagian besar menggunakan sistem multi years. Oleh karenanya hasil pembangunan terkesan sedikit lambat sesuai kemampuan pengelola keuangan daerah yang mana saat ini pengelolaannya berbasis kinerja.

Hal ini disampaikan Bupati Natuna, Drs. H. Ilyas Sabli,M.Si dalam kegiatan Peresmian Gedung Wanita dan Jembatan Pering Penagi di Gedung Wanita Bukit Arai, Ranai beberapa waktu lalu.

Bupati menjelaskan bahwa menyikapi devisit anggaran dari pengajuan 1,44 T menjadi 930 milyar realisasi anggaran tahun ini, Pemerintah Daerah telahpun mengambil kebijakan untuk menunda/memangkas kegiatan serta mengutamakan berbagai kegiatan Multi year agar penyelesaiannya dapat digesa dan segera dapat dimanfaatkan, sekaligus mengutamakan belanja aparatur untuk menjamin hak para Aparatur Sipil Negara maupun Pegawai Tidak Tetap yang dirasa penting sebagai ujung tombak roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Beliau juga menambahkan bahwa pembangunan Gedung Wanita diharap dapat dimanfaatkan oleh seluruh organisasi wanita diwilayah kerja Kabupaten Natuna untuk mendukung program Pemerintah Daerah terutama dalam rangka mewujudkan jaminan hak kaum perempuan dan perlindungan anak.

Sedangkan Jembatan Pering Penagi juga diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilisasi barang maupun manusia karena Pelabuhan Penagi merupakan salah satu pintu gerbang transportasi masyarakat pulau bunguran khususnya dalam memenuhi kebutuhan hidup maupun berbagai material pembangunan mengingat sampai saat ini untuk memenuhi kebutuhan tersebut Kabupaten Natuna masih bergantung dengan daerah lain.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Drs. Minwardi melaporkan kronologi pembangunan Gedung Wanita yang telah mengalami pemindahan dari lokasi lama yang saat ini menjadi lokasi Pembangunan Pasar Modern dan merupakan salah satu kegiatan Multi Year karena memakan anggaran yang cukup besar, yaitu kurang lebih 4 milyar.

Sedangkan pembangunan jalan alternatif dan Jembatan Penghubung Pering Penagi merupakan hasil kegiatan melalui dana sharing dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dimana jalan hotmix menggunakan APBD Provinsi sedangkan Jembatan penghubung menggunakan APBD Kabupaten Natuna.

Selanjutnya beliau juga menerangkan bahwa terjadi kendala pada saat pengerjaan Jembatan Pering Penagi dimana pada akhir tahun 2014 kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk memasok material terutama yang didapat melalui pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta) untuk itu terpaksa dilakukan perubahan kontrak dan dilanjutkan melalui APBD 2015.

(Ditulis oleh : Arf/Santi)*

 

Statistik Kunjungan

Kami punya 10 tamu online

October 2017
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4